Magang di Jepang

Dengan Program Magang di Jepang Pemuda Sragen Membangun Kotanya

01 Oktober 2019, pagi hari di pendopo rumah dinas bupati kota Sragen (dr.Hj.Kusdinar Untung Yuni Sukowati) berdoyong doyong pelajar SMK sederajad, Guru, Kepala Sekolah mulai memasuki gerbang utama ruah dinas. Telah siap menyambut puluhan pemuda dengan senyum dan sapaan “selamat pagi”. Di pagi itu dilaksanakan sosialisasi program pemagangan ke Jepang kerjasama antara dinas pemagangan, disnakertrans, dan alumni peserta magang jepang yang didukung penuh oleh pemerintah kota Sragen.

Magang di Jepang Adalah Program Andalan Kota Sragen

Program magang di Jepang ini sangat diminati lulusan SMK sederajat di kota Sragen. Karena dengan program ini pemuda kota sragen dapat menimba ilmu di negara Jepang yang mana dapat diaplikasikan nanti setelah pulang ke tanah air. Dengan banyaknya LPK yang memberikan pelatihan bahasa jepang di kota Sragen menjadikan mudah untuk belajar bahasa Jepang di Indonesia.

Antusiasme pengunjung

Magang di Jepang Solusi Pengentasan Kemiskinan

Menurut Andri Utomo, S.E., M.M Kepala Seksi Pelatihan Kerja dan Pemagangan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sragen, “magang jepang adalah solusi pengentasan kemiskinan instan”. Penjelasannya ialah “disamping dapat menimba ilmu di negeri sakura peserta magang jepang juga mendapatkan uang saku mereka magang yang nominalnya cukup besar. Itu dapat dilihat ketika pemagang tersebut dapat membangun rumahnya yang dulu papan kayu atau gedek menjadi tembok, dan tidak hanya itu saja perserta itu dapat meringankan beban keluarga dengan membiayai saudara mereka sekolah” ujar nya. Kedepannya pemuda sragen yang mengikuti program pemagangan ke Jepang akan bertambah.

Sragen sebagai Kampung Jepang

Dalam acara yang sama Taufik Purwoko, S.H ketua ikatan alumni magang jepang kota Sragen “Gambare” berpidato tentang adanya peluang membangun kota Sragen dengan sumber daya manusia yang terlatih melalui program magang ke Jepang. Pemuda pemuda yang sudah kembali tanah air itu selama tiga tahun melihat cara hidup orang jepang. Pengalaman dan hal baru yang tidak ada di Sragen dapat diaplikasikan untuk kemajuan kota dan kesejahteraan penduduknya. Banyaknya LPK bahasa jepang dan sumber daya yang tertempa di Jepang dapat berkolaborasi menjadikan kota Sragen sebagai tempat pembelajaran tentang bahasa, budaya, dan etos kerja Jepang.

Ketua alumni magang jepang, (Taufik Purwoko, S.H)

Dukungan Bupati Tentang Program Magang di Jepang

Dalam acara itu turut berpidato Bupati kota Sragen. Bupati Yuni sangat mendukung program magang di Jepang ini. Karena hasil atau dampaknya sudah nyata, dan dapat dinikmati penduduk sragen. Dia juga mengapresiasi ide “Sragen Kampung Jepang” yang diinisiasi oleh alumni magang jepang dan akan mendukung penuh gagasan itu. Bupati juga berpesan tujuan itu tidaklah mudah untuk digapai. Tapi bisa dicapai dengan semangat pantang menyerah dan kerjasama antar alumni. Bupati Yuni juga berharap “Sragen Kampung Jepang” dapat terlaksana di akhir tahun 2020.

 

Magang ke Jepang

Bupati kabupaten Sragen, (dr.Hj.Kusdinar Untung Yuni Sukowati)

12 komentar untuk “Dengan Program Magang di Jepang Pemuda Sragen Membangun Kotanya”

  1. Bermula dari Mimpi Insya Allah menjadi Kenyataan..
    Ini Momentum yang luar biasa bagi Pemuda dan Pemudi Sragen untuk mendarmabaktikan tenaga, pikiran, ide kreatif dan inovatif bagi Bumi Sukowati Sragen yang kita cintai agar kedepan Sragen tidak dilihat sebelah mata dan Kabupaten Sragen yang kita cintai kedepan dengan semangat Guyub Rukun akan menjadi Maju, Sejahtera dan Ber Martabat..Aamiin..
    GANBATTE KUDASAI..

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *